Poligami dalam Al-Quran dan Konsep Maqashid Syari’ah Ibnu ‘Asyur

Main Article Content

Lira Erlina

Abstract

Poligami dikaji dalam Al-Qur’an, khusunya pada Surat An-Nisâ ayat 3 dan
129, hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, serta qudwah dari Nabi
yang menikahi beberapa isteri. Dari dalil-dalil tersebut muncul tiga
permasalahan terkait poligami, yaitu: Apa hukum poligami? Berapa wanita
yang boleh dinikahi? Aan apa syarat-syarat poligami? Dari hasil istinbath
terhadap dalil-dalil dipahami bahwa poligami hukumnya dibolehkan
dengan pendekatan, Al-amri ba’da al-hazhri lil ibâhah. Dan jumlah
maksimal wanita yang boleh dinikahi adalah empat wanita yang
disimpulkan dari hadits Nabi yang memerintahkan para Shahabat
menceraikan kelebihan dari empat isteri mereka. Adapun untuk syarat
poligami, metode istinbath hukumnya dengan pendekatan, Asy-syarthu
yu’atstsir fil hukmi ‘inda ‘adamihi. Menurut Ibnu Asyûr dalam kitabnya,
disebutkan bahwa poligami mengandung kemaslahatan terhadap manusia.
Di antara hikmah pensyariatan poligami, ia memperbanyak Umat dan
termasuk bagian Maslahah Kulliyat. Poligami mencegah dari zina yang
merupakan pembahasan dari Sadduzh Zharâ’i, poligami solusi bagi wanita
yang tidak memiliki suami karena jumlah wanita di akhir zaman lebih
banyak dari jumlah laki-laki; dan ini bagian dari maslahah yang sifatnya
Tahsiniyah bagi individu dan maslahah yang sifatnya Hajiyat bagi Umat di
akhir zaman kelak.

Article Details

How to Cite
Erlina, L. (2019). Poligami dalam Al-Quran dan Konsep Maqashid Syari’ah Ibnu ‘Asyur. ZAD Al-Mufassirin, 1(1), Halaman 78–102. https://doi.org/10.55759/zam.v1i1.4
Section
Article

References

Al-Qur’an Al-Karim.

Al-Hasani, Ismail (1981). Nazhariyyat al-Maqâshid ‘inda Ibnu ‘Asyûr.

USA: Al-Ma’had al-‘Alami lil Fikri al-Islâmi.

Al-Khâdimi, Nuruddîn Ibnu Mukhtâr, Ilmu al-Maqâshid asySyar’iyyah, Maktabah al-Abîkan, 2001.

Al-Marâghi, Ahmad Mushthafa, Tafsîr al-Marâghi, Juz IV, V, VI,

Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1998.

Al-Qâdi Abi Ya’la (1990), Al-‘Uddah fî ushûl al-Fiqh.

Ar-Raisûni, Ahmad (1992), Nazhariyyah al-Maqâshid ‘Inda al-Imâm

asy-Sy^athibi, Dar al-‘Alâmiyah lil kitâb al-Islâmiyah.

As-Suyûthi (1974), Al-Itqân fî ‘Ulûm al-Qur`an. Mesir: al-Hai`ah alMishriyyah al’Ammah li Al-Kitâb.

As-Suyûthi, Al-Dur al-Mantsûr fî al-Tafsîr al-Ma’tsûr.

Ath-Thabari, Ibnu Jarîr (1999). Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur`an.

Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Az-Zuhaili, Wahbah (1986), Ushûl Fiqh al-Islâmi. Beirut: Dar El-Fikr.

‘Asyûr, Ibnu (2009). Maqâshid asy-Syarî’ah al-Islâmiyah. Tunisia: Dar

Sahnun.

‘Asyûr, Ibnu (1997). Tafsîr al-Tahrîr wa At-Tanwîr. Tunisia: Dar

Suhnûn li an-Nasyr wa at-Tauzî’.

Katadata, Jumlah Penduduk Perempuan Mulai 2032 Lebih Banyak dari

Laki-Laki, 22 Oktober 2018,

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/06/08/jumlahpenduduk-perempuan-indonesia-pada-2018-mencapai-1319-

juta-jiwa, diakses 4 Maret 2019.

Katsîr, Ibnu (2005). Al-Bidâyah wa An-Nihâyah. Kairo: Dâr al-Hadîts.

Khalaf, Abdul Wahab (1972). Ilmu Ushul Fiqh. Jakarta: Majlis al-‘Ala

al-Indonesiy li al-Dakwah al-Islami.

Labib M.Z (1986), Pembelaan Umat Muhammad , Surabaya: Bintang

Pelajar, 1986.

Nasution, Khoiruddin (2010), Pengantar Dan Pemikiran Hukum

Keluarga (Perdata) Islam Indonesia. Yogyakarta:

Academia+Tazzafa.

Nuwaihid, Adil (1986). Mu’jam al-Mufassirin. Beirut: Muassasah

Nuwaihid Ats-Tsaqafiyyah.

Shihab, Muhammad Quraisy (2002), Tafsîr al-Mishbâh: Pesan, Kesan,

dan Keserasian Al-Qur`an. Jakarta: Lentera Hati.